Tag Archives: pasrah

Patrap : Dzikir dalam kesadaran utuh seorang insan


Assalamualaikum wr. wb.

(Mulai hari ini, mengukir langkah merasa perlu menampilkan tulisan-tulisan dari Ust. Abu Sangkan yg berkaitan dgn dzikir, ataupun tentang khusu’ nya shalat, agar para pembaca dapat merasakan juga manfaatnya.)

Kita mengetahui bagaimana bintang-bintang itu beredar pada porosnya sebagaimana mengetahui tumbuh-tumbuhan,
gunung-gunung berdiri dan bergerak mengikuti sunnah-Nya, sesungguhnya semuanya itu bersujud dan bertasbih kepada khaliknya. Akan tetapi kita tidak mengetahui bagaimana cara mereka bersujud dan bertasbih.
Firman Allah :
“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada didalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan
bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti mereka. Sesungguhya Dia adalah maha penyantun
lagi maha Penyayang” (QS 17:44)

Kemudian Dia mengarah kepada langit yang masih berupa kabut lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi. silahkan
kalian mengikuti perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa. Jawab mereka “Kami mengikuti dengan suka hati” (QS
41:11)

Ayat-ayat di atas memberikan gambaran kepada kita bahwa tasbih mereka bukanlah sebuah kata-kata seperti manusia
bertasbih, akan tetapi merupakan bentuk kepasrahan dan kepatuhan atas perintah Allah, sehingga gerak mereka serta arah tujuannya berserah atas kehendak perintah Ilahi. Dengan demikian butir-butir atom, bumi, matahari, bintang-bintang bergerak pada orbit atau garis yang telah ditentukan oleh-Nya. Itulah yang dinamai ber-islam, yang artinya berserah diri atas kemauan Allah Yang Maha Pengasih. Yaitu pasrah atas peraturan-peraturan (sunnah-sunnah) yang telah ditentukan oleh Allah Swt. Maka dari itu paradigma pasrah bukanlah orang pasif yang tidak bergerak, malah sebaliknya orang yang pasrah adalah orang aktif yang mengikuti perintah-perintah di dalam syariat, berdagang, belajar,
berperang, membayar zakat, berhaji, beternak, bertani, bermanajemen dll.

Continue reading

Antara Ane dan Surah Yasiin….(Sebuah Pengalaman)


Bismillahirrahmanirrahim

Assalamualaikum Wr. Wb.

 

“Yasin adalah kalbu dari Al Quran. Tak seorangpun yang membacanya dengan niat menginginkan Akhirat melainkan Allah akan mengampuninya. Bacalah atas orang-orang yang wafat di antaramu.” (Sunan Abu Dawud).

Ane mau cerita sedikit, tentang pengalaman yg berkaitan dgn karomah atau keberkahan dari surah Yasiin, ini pengalaman ane sendiri, semoga ini bisa diambil manfaatnya oleh teman-teman sekalian. Sekitar tahun 2005 pertengahan, waktu itu ane masih bekerja di salah satu perusahaan swasta yg berkantor pusat di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sebagai seorang Internal Auditor tugas ane adalah menelusuri kebenaran dari semua catatan transaksi seluruh anak perusahaan, ane bertanggung jawab kepada seorang manager. Permasalahannya adalah bahwa owners dari group perusahaan ini kurang memahami management, beliau ingin agar seluruh karyawannya melaporkan hasil kerjanya langsung, tanpa melihat hirarki perusahaan. Beliau menganggap saya tidak bisa kerja hanya karena belum pernah ada laporan saya ke dia, padahal secara hirarki tentunya saya melaporkan hasil pekerjaan atau pun hasil investigasi audit kepada manager ane sebagai atasan langsung. Walhasil owners ini meminta manager utk memecat ane, hanya saja manager ane merasa keberatan dgn alasan pemecatan yg diberikan oleh beliau ini, akhirnya malah manager ane yg mengundurkan diri. Kemudian owners ini tetap akan memecat ane, sambil menunggu calon pengganti ane datang.

Continue reading

Doa Makbul….


“Ud’uunii astajiblakum, berdoalah kepada-Ku, niscaya Ku-kabulkan”….Ini sebuah pernyataan yg tidak main-main, luar biasa, statement ini dikeluarkan oleh Allah SWT – yg notabene adalah Sang Pencipta seluruh alam – Allah dzat yang menjamin rezeki seluruh makhluk di alam ini, Ane termasuk yang haqul yaqin ame statement ini sementara mungkin banyak org yg putus asa atau mempertanyakannya…”bertahun-tahun ane berdoa kok gak dikabulin sih!,”…mana janjinya katanya setiap doa akan di kabulkan…ujung-ujungnya mereka marah, jengkel, yg lebih celaka lg malah mungkin jadi atheis/murtad….

Guru ngaji ane pernah bilang,”Mad dengerin nih omongan Ane, berdoa itu jangan panjang-panjang,secukupnya aje,kita juga harus punya malu ama Allah SWT, doa aja panjangnya kayak rel kereta api…eh gak taunya dosa kita malah lebih panjang, inilah yg bikin susah doa dikabul, kita gak punya adab…gak sadar dosa kita nih dah numpuk…maen selonong aja berdoa gak pake ba…bi…bu…dulu, biar kita dianggap beradab ama Allah, sebelum doa, bersihin dulu kotoran yg ada di badan…cuci biar bersih…ambil wudhu trus sholat dah, abis sholat banyakin istighfar, inget-inget tuh dosa ape yg pernah ente lakuin…selesai ente kuras tuh air mata…ente musti bersyukur dulu…walaupun kite nih banyak dosa, banyak maksiat, dzolim, males, munafik, sombong, riya’….kenyataannye kite masih dikasih rezeki tuh…dah sepantesnya ente Bersyukur atas semua pemberian Allah SWT…

“… Jika kamu menghitung-menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan dapat menentukan jumlahnya (menghitungnya). Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang.” QS. An Nahl : 18.

Udah bersih-bersih…dah istighfar…dah bersyukur…baru dah ente berdoa…inget jangan panjang-panjang!, Allah mah maha tau…seperlunya aja…yg lembut ngucapinnye penuh rasa takut dan harap…

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan merendah diri dan suara yang lembut ..” (QS. al-A’raf : 55)

Ane kasih tau rahasia pegimane caranye doa bisa makbul, walaupun ente dah bisa malu sama Allah, dah istighfar sampe kering tuh air mata, dah bisa bersyukur, dah berdoa dengan bahasa yg lemah lembut, dengan merendah dan penuh harap dah gitu ditambah lagi ama ikhtiar yg manteb…belum tentu tuh doa dikabulin…ente tau kenapa? karena ente belon tentu bisa “pasrah”, bukan pasrah yg asal-asalan…asal ente tahu ya…ruhnya doa itu adalah kepasrahan total kpd Allah…doa tanpa sebenar-benarnya kepasrahan adalah “main-main”, ketika kita sudah bisa mencapai puncak kepasrahan tertinggi…kita dah gak akan lagi peduli apa doa kita itu dikabulin apa gak oleh Allah, kita dah gak akan lagi peduli mo diapain oleh Allah, gak peduli besok masih dikasih rezeki ato gak, intinya ente dah gak lagi peduli sama apapun…pada saat berdoa ente harus bisa jadi selemah-lemahnya dan serendah-rendahnya makhluk yg gak punya kekuatan apapun di hadapan Allah Yang Maha Berkuasa lagi Maha Perkasa…kalo dah bisa begitu baru dah doa kita itu akan “hidup”…dia akan terbang menuju Allah SWT meminta untuk dikabulkan….bukan kita lagi yg memohon tapi doa itu sendiri yg memohon dikabulkan utk kita…Subhanallah.

Prabumulih, November 20, 2011